-tika tan- blogs

just 4 hot news..XD

Hutan Aokigahara, Tempat Bunuh Diri Paling Populer di Jepang April 10, 2010

Filed under: info0 — joyztikz @ 2:15 pm

Aokigahara adalah sebuah hutan di kaki Gunung Fuji di Jepang yang juga disebut Laut Pohon. Ini adalah tempat paling populer untuk bunuh diri di seluruh Jepang. Lebih dari 500 orang telah mengakhiri hidup mereka sendiri di Aokigahara sejak 1950-an. Kecenderungan ini diduga dimulai setelah Matsumoto Seicho menerbitkan novel Kuroi Kaiju (Laut Hitam Pohon) di mana dua karakter nya bunuh diri di sana.

aokigahara_forest_01

aokigahara_forest_03

aokigahara_forest_06

aokigahara_forest_07

aokigahara_forest_10

aokigahara_forest_12

aokigahara_forest_12

aokigahara_forest_13

aokigahara_forest_15

aokigahara_forest_16

aokigahara_forest_17

aokigahara_forest_18

aokigahara_forest_19

Kawasan hutan lindung Aokigahara di Jepang selama ini terkenal dengan dua hal. Pertama, hutan di sebelah barat Ibukota Tokyo ini menyajikan pemandangan Gunung Fuji yang indah dengan udara yang menyegarkan.

Namun, hal berikut yang membuat hutan ini menyajikan suasana angker adalah di situlah tempat favorit untuk bunuh diri. Konon, tak sedikit mayat orang-orang yang bunuh diri di sana tak lagi ditemukan.

Seorang pria bernama Taro nyaris menjadi “penghuni baru” Aokigahara. Menjadi korban PHK (pemutusan hubungan kerja) di suatu pabrik baja, Taro merasa hidup tak lagi berarti

“Keinginan untuk hidup telah pupus,” kata Taro seperti dikutip stasiun televisi CNN. “Saya sudah kehilangan jati diri sehingga tak mau lagi berada di dunia ini. Oleh karena itulah saya ke sana,” lanjut pria berusia 46 tahun itu, yang enggan menyebutkan nama lengkapnya

Sudah kehilangan pekerjaan, utang yang harus ditanggung Taro juga menumpuk. Dia pun diusir dari wisma milik perusahaan yang memecatnya. “Kita kan perlu uang untuk terus hidup. Kalau punya pacar, kita juga butuh uang, apalagi kalau sudah menikah. Pokoknya uang itu selalu penting seumur hidup,” kata Taro.

Itulah sebabnya, suatu hari dia membeli tiket kereta dari Tokyo menuju kawasan hutan Aokigahara. Sesampai di sana, Taro tak ragu mengiris urat nadi di ujung pergelangan salah satu tangannya.

Malang bagi Taro, bunuh diri itu tak membuat dia langsung tewas. Selama berhari-hari dia terkapar di semak-semak sambil menderita kelaparan, dehidrasi dan radang dingin (frostbite).

Maut tak kunjung menjemput, malah nyawa Taro berhasil diselamatkan. Itu berkat seorang penjelajah (hiker) yang tak sengaja tersandung badan Taro ketika sedang menikmati perjalanan di hutan Aokigahara.

Kendati tak jadi mati, Taro bakal kehilangan sejumlah jari di kaki kanannya akibat menderita radang dingin. Tak jelas, sembari terbaring lemah di rumah sakit apakah Taro sesudah sembuh nanti akan tetap berusaha mengakhiri hidupnya atau malah kapok bunuh dirii

 

bakteri usus dalam sushi

Filed under: info0 — joyztikz @ 1:59 pm

Suhsi

Kabar baik bagi penggemar makanan dari Negeri Sakura. Ilmuwan Inggris menyimpulkan bahwa sushi mengandung bakteri yang berfungsi membantu pencernaan. Demikian laporan jurnalĀ Nature seperti dikutipĀ Telegraph, Jumat (9/4).

Hasil penelitian Mirjam Czjzek dan Marie Curie dari Universitas Pierre di Paris, Prancis, menyebutkan bahwa sushi biasanya sering dibungkus dengan rumput laut di negeri asalnya. Hal itulah yang memungkinkan terbentuknya dua bakteri secara bersama. Bahkan, memungkinkan gen untuk melompat ke dalam bakteri usus.

Kedua peneliti percaya, hal itu membuktikan adanya keanekaragaman bakteri. Anehnya, kata mereka, bakteri itu hanya ditemukan dalam tubuh orang Jepang. “Sedangkan dalam perut relawan dari Amerika Serikat tidak ditemu jejak bakteri,” kata mereka.

Kedua ilmuawan itu menamakan bakteri itu Gen Sushi. Para peneliti juga percaya bahwa gen mengambil bakteri dari rumput laut. Sushi biasanya terbuat dari ikan dan diperkirakan dikonsumsi warga Jepang sejak abad ke-8.

Sumber – Liputan6

 

loisa ball, cwek yg tidur selama 13 hari

Filed under: info0 — joyztikz @ 1:50 pm

Wednesday, 10 February 2010 13:38


Louisa Ball

Cantik dan cerdas. Itulah kesan pertama yang ditujukan bagi seorang remaja asal Inggris, Louisa Ball. Namun gadis berusia 15 tahun ini ternyata memiliki kebiasaan yang cukup menggelisahkan, yaitu tidur selama berhari-hari.

Menurut laman stasiun televisi NBC, Louisa kemungkinan mengidap suatu sindrom bernama Kleine-Levin, yang populer disebut “Penyakit Putri Tidur.” Tak heran, bila Louisa tahan terlelap bahkan hingga selama 13 hari.

Ibu Louisa, Lottie, mengungkapkan bahwa putrinya itu mulai mengalami kebiasaan yang tak wajar sejak setahun yang lalu. Awalnya, dia menderita gejala mirip flu. Namun setelah menderita gejala itu, Louisa sering diketahui tidur dalam jangka waktu yang sangat lama.

Selama terlelap, Louisa tampak tidak terganggu oleh guncangan atau dorongan. “Kami tidak mampu membangunan dia,” kata Lottie saat diwawancara NBC dalam suatu acara yang ditayangkan Jumat (5/2) pekan lalu.

Kebiasaan itulah yang membuat Lottie resah. Pasalnya, akibat tidur dalam jangka waktu lama, Louisa justru sering melewatkan jam makan. “Saya sering berkata kepada dia, ‘Louisa, ayo bangun bangun. Makanlah dulu.’ Dia tampaknya tidak punya tenaga hanya untuk membuka kelopak matanya,” kata Lottie.

Louisa kini lebih sering menghabiskan waktu untuk tidur, baik itu saat liburan keluarga, saat rehat latihan menari, bahkan pada saat ujian sekolah.

Dia sendiri juga mengaku resah karena bisa tidur berlama-lama. “Saya sudah begitu kesal karena mengalami penyakit ini, sudah tentu banyak hal yang telah saya lewatkan,” kata Louisa seperti dikutip harian News of The World akhir Januari lalu. “Saya tidak bisa ingat apapun saat bangun. Saya pun berpikir, ‘Mengapa ini terjadi pada diri saya’,” lanjut dia.

Sejak tahun lalu, Louisa diperiksa tim dokter di Rumah Sakit St. George’s di Tooting, Inggris. Menurut diagnosa dokter, dia menderita Sindrom Kleine-Levin, yang membuat penderita bisa tertidur dalam jangka waktu yang lama. Penderita sempat terjaga untuk beberapa saat, namun akan merasa linglung dan tidak benar-benar sadar.

Di penjuru dunia, penderita sindrom itu diperkirakan sebanyak 1.000 orang. Menurut dokter, Penyakit Putri Tidur itu sering menyerang remaja, terutama berusia antara 8 hingga 12 tahun. Namun, sindrom itu bisa hilang dengan sendirinya.

Tim dokter sejauh tidak tahu persis apa penyebabnya dan bagaimana menyembuhkan penderita Penyakit Putri Tidur. Kini, Louisa hanya bisa berharap bahwa sindrom itu bisa segera hilang dengan sendirinya. “Saya berharap suatu hari nanti bisa terbebas dari masalah itu,” kata Louisa.

Sumber -VivaNews